Memilih Jurusan DKV
Update update update update.....
Gak kehitung udah berapa lama gue gak update blog, karena kesibukan kerja, karena malas, karena punya BANYAK hobi baru, dan karena flock gue gak bisa dipake blogging setelah blogger dibeli oleh google. Tapi setelah gue ganti account, semuanya lancar...
Nah, alasan kenapa gue update blog? Gue barusan chatting dengan seseorang dari IRC, yang kebetulan dia negur gue duluan. Setelah ngobrol sana sini perkenalan (baca: basa basi). Akhirnya kita ngobrol tentang dia yang baru lulus SMU, dan masuk kampus Bina Nusantara dan ambil jurusan DKV. Sebagai seorang praktisi (baca: pekerja) di dunia desain, gue tertarik iseng iseng nanya "koq ngambil DKV? hobi menggambar? hobi desain?" dan jawaban yang gue temuin sangatlah... apa yah? lucu. Jawabannya adalah "hehe, gak tau" WTF...
Jangan salah, gue sendiri juga bukan berasal dari background desain, gue dulu kuliah IT, tapi kemudian beberapa kejadian menjadikan gue jatuh cinta pada dunia desain. dan gue cinta dengan dunia ini... Gue memperhatikan beberapa hal yang sering terjadi belakangan ini. Banyak orang yang gak perduli rasa cinta itu, mereka menganggap menjadi seorang desainer adalah hal yang "keren". Dan kemudian mengambil kuliah jurusan DKV atau sejenisnya.
Apa yang terjadi?
kemungkinannya secara umum menurut gue ada 2: yang pertama dia menjadi jatuh cinta pada dunia desain seperti gue, dan memutuskan untuk menjalaninya sepenuh hati. Yang kedua? mereka terjebak. menyesal? masih mending. Yang sering terjadi adalah mereka lulus dan kemudian bingung, bingung harus kerja apa? perlu kita ketahui kalau kuliah desain tidak dibekali atau mungkin hanya sedikit pendidikan marketing dan hal hal non desain lainnya. Jadi kalau alumni jurusan DKV sudah lulus? mereka mungkin akan cari pekerjaan di bidang itu, tapi kemudian mereka akan menemukan kalau standarisasi salary mereka yang memiliki skill dan mereka yang menjual ijasah S1 mereka akan sangat kontras di dunia desain.
Dunia desain dilihat dari segi karir adalah profesi yang menjual skill. Ijasah S1 DKV hanya akan jadi pelengkap administrasi. Probation dan test masuk perusahaan akan sangat menentukan besar salary yang akan kita terima. Akhirnya gimana? dengan skill yang dimiliki, desainer S1 "asal asalan" akan digaji kecil, sedih yah... Koq bisa lulus S1 dengan skill yang cemen? 1 hal yang tidak orang perhatikan, desain, juga butuh bakat.... dan itu tidak bisa dibeli atau dipelajari.... dan kalaupun ada perusahaan yang berani nerima lulusan seperti ini untuk dipekerjakan dengan pertimbangan salary yang kecil, produktifitas dan kualitas dari desain mereka akan menjadi semakin buruk. Bagaimana jadinya perkembangan dunia desain kita dimasa akan datang? apakah kita mau terus menerus menjalani tradisi seperti sekarang dimana para pekerja kreatifnya hanya mampu meniru, menyadur, mengadaptasi atau apalah namanya dari karya karya orisinal para seniman luar negeri? sungguh sedih bila kita bayangkan....
Sekali lagi, tentukan pilihan dengan bijak sebelum menentukan masa depan kita di bangku kuliah.